Cahaya Alam Desa Kelahiranku

Cahaya Alam Desa Kelahiranku,- Seorang anak yang sekarang sedang berjuang di tanah rantau menuntut ilmu demi kesuksesan masa depannya. Tepat pada tanggal 05 November 1991 Allah menganugerahi seorang Ibu dengan seorang anak yang diberi nama Sholihin Al Awwali. Pemuda ini memiliki orang tua yang sangat dia cintai dan sayangi. Bapak Khairudin dan Ibu Jumairiah nama kedua orang tua pemuda ini.

Desa Cahaya Alam merupakan desa yang jauh sekali dari peradaban, jauh dari kemodernan. Penerangan di desa itu belum ada, kendaraan pun pas - pasan, pasar adanya seminggu sekali dan penghasilan sehari - hari warga desa belum mencukupi. Tapi itulah keadaannya, hanya syukur dan tabah yang dilakukan oleh warga desa dan kedua orang tua satu anak itu.

Cahaya Alam merupakan salah satu desa terujung yang dapat ditempuh dengan kendaran desa ( angkutan perdesaan ). Cahaya Alam termasuk di kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Dari kota Muara Enim ke Desa Cahaya Alam harus menumpuh 4 - 5 jam itupun jalan yang dilalui berliku - liku juga terdapat jurang di pinggir sepanjang perjalanan. Tapi, alhamdulillah di tahun sekarang ini desa Cahaya Alam sudah lumayan maju. Penerangan sudah ada tidak lagi memakai lampu teplok, televisi sudah ada dan lain sebagainya.


Portal Sukses
Rumah Kelahiranku
Rumah panggung , bebukitan , perhutanan, dan jurang - jurang merupakan pemandangan yang sudah menjadi pemandangan setiap hari. Di kala sedang turun hujan santapan yang harus dirasakan adalah tanah liat. Udara dingin yang harus dinikmati setiap hari dikarenakan dearah perbukitan. Sawah yang luas , bukit yang hijau dan udara yang sejuk Cahaya Alam Desa Kelahiranku.