Perang Badar pada 17 Ramadan 2 Hijriah dipimpin Rasulullah SAW

Om-Leehin.My.Id - Perang ini merupakan peperangan antara umat Islam yang beriman dengan kaum kafir yang terjadi di Lembah Badar dan menjadi perang pertama yang dilakukan umat muslim setelah hijrah ke Madinah. Peristiwa yang terjadi pada 17 Ramadan tahun ke 2 Hijriyah ini dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW.

F:\Mine\Blog\LIHIN\Om-Leehin.My.id\perang-badar-pada-17-ramadan-2-hijriah-dipimpin-Rasulullah-SAW.png

Setelah umat Islam mengalami intimidasi, kesulitan dan duka, mereka meninggalkan kampung halaman mereka di Mekkah. Rasulullah SAW akhirnya mengadakan rencana penyergapan kafilah Quraisy, namun rencana dan persiapan matang tersebut gagal. Kafilah dagang yang dipimpin oleh Abu Sufyan bin Harb berhasil melarikan diri.

Nabi bersama para sahabatnya keluar dari Madinah pada tanggal 12 Ramadan tahun 2 Hijriyah. Beliau tidak mewajibkan setiap kaum muslimin untuk ambil bagian menuju Badar, karena keberangkatan ini hanya bertujuan untuk menyergap kafilah Quraisy, bukan untuk berperang. Namun sayang, rencana ini kembali gagal karena berhasil diketahui Abu Sufyan.

Mengetahui pergerakan umat Islam dari Madinah, Quraisy segera menyiapkan pasukan besar untuk berperang. Mereka membawa 1300 pasukan. 600 di antaranya pasukan berbaju besi. Dan 100 di antaranya penunggang kuda.

Mereka juga membawa unta dalam jumlah yang besar. Sementara kaum muslimin hanya berjumlah 314 orang. Ada yang mengatakan 319 orang, 83 di antaranya adalah kaum Muhajirin.

Rasulullah SAW bersama sekitar 300 muslimin berhasil mengalahkan pasukan musyrikin Mekkah yang berjumlah lebih dari 1000 orang. Sebanyak 70 orang kaum musyrikin tewas di medan Badar.

Di antara mereka adalah tokoh-tokoh Quraisy, seperti Abu Jahal, Utbah bin Rabiah, Syaibah bin Rabiah, Umayyah bin Khalaf, Al-Ash bin Hsyam bin al-Mughirah. Dari pihak kaum muslimin, sebanyak 14 orang mati syahid, 6 orang kaum Muhajirin dan 8 orang kaum Anshar.

Kemenangan ini merupakan hadiah dari Allah atas kesabaran orang-orang yang beriman dalam memberantas kebatilan dan kemusyrikan.

Sumber : http://news.detik.com